Jawab lah Kalau Kau Memang Bisa!
Thursday, March 31st, 2005Saat ini semua sudah menjadi kepastian dalam kehampaan
Aku selalu saja menjadi si salah
Kapan aku menjadi si benar?
Tak pernah satupun kesempatan ku peroleh
Terbaring lemah ku dalam kepasarahan satuan waktu
Lelah telah membunuh tiap kebahagiaan ku,
Harus kah ku pertahankan nafas ini?
Atau ku lepaskan saja dari raganya?
Biar terpuaskan!!!
Sejak kapan aku berhak berkehendak?
Sejak kapan inginku tercapai mudah?
T’lah ku sadari tak semudah itu ingin tergapai
Tapi apa benar tak ada kesempatan sedikit pun?
Kapan kah pedih berakhir? Atau ini baru saja awalnya?
Ya! Mungkin inilah saatnya jiwa ini terlepas dari raganya
Tapi, sekali lagi aku sadar…apa aku berhak atas jiwa ini?
Tidak…bukan miliku…tapi…aku sudah tak tahan
Terus…mau bagai mana lagi? Lanjutkan saja….
Masihkah diri ini diharapkan?
Masih mau kah meluangkan waktu mendengarkan keluh dan kesah
Dapatkah mereka memahami aku sebagaimana aku coba untuk mereka
Tapi…siapa aku ini? Layak kah untuk dipahami dan dimengerti?
Saat ku berkeingin, semua menutup telinga
Saat akan ku berkehendak, semua pergi begitu saja
Masih kah ada arti diri ini?
Terus ku cari jawabnya, tapi…maaf…tidak ketemu!
Mengendap-endap, manusia itu bangkit dari jiwa ini
Membangun perlahan tembok ke egoisan, perkasa dan kokoh
Aku tahu, aku ingin menjadi pasangan hidupnya…
Jiwa kotor yang berkuasa…..
Ya! Hore!!! Ini dia yang kucari selama ini
Aku t’lah bosan menjadi baik…toh kebaikan ku tak terpahami
Kini saatnya kah aku harus berbalik?
Bergabung kembali dalam lembah egois…
Teringatku akan lembaran hidup kemarin
Ternyata, aku pernah bersekutu dengannya…
Kok aku bisa lupa ya? Terima kasih alter ego ku…kau ingatkan aku
Inilah jiwa ku sesungguhnya!
Tawa lantang kini siap di ujung lidah
Gelora emosi sudah mulai mencapai titik didihnya…
Ini saatnya aku membalas!
Membalas penderitaan yang selam ini terpendam!
Sudah saatnya, bisik halus itu terus mengulang
Aku siap!!!