Archive for March, 2006

Ada Yang Lupa

Monday, March 27th, 2006

ogh iyah…

ada yang lupa dijelasin! Foto Zka Mariko Aufa itu pas lagi di Pernikahaan Tammy di
Hotel Sahid. Seru loh disana, makanannya enak2 hehehe…lumayan seneng2 dech meskipun besoknya itu midtest APEM

Pergi dan pulannya zka bareng sama si Bayu Mustadjab. Kok ngga bareng iko? Biar lah hanya kami yang tau kenapa waktu itu kami tidak bersama (heuheuhe emang ada yang mau tau yach?)

Minggu Yang Melelah kan

Monday, March 27th, 2006

yeah..

akhirnya masuk juga minggu2 yang melelahkan disemester ini, minggu UTS. Emang sih ngga semua mata kuliah ngadain UTS, tapi hampir semua mata kuliah ngasih tugas! bikin paper mulu lagih, mulai dari MPPH yang belom jelas mo kemana, terus APEM yang bahkan gw ngga tau mo ngapain (para loe zka…loe kan ketua kelasnya)

sekarang udah masuk di minggu terakhir bulan maret, ngga lama lagi bulan april, abis bulan april, bulan mei (apaan sih….!). Gini..gini, kalau udah bulan april kan berarti udah mo final…terot terot terot, terot…terot..terot (nada maen game Mario Bros di nitendo jaman dahulu). Kalau udah final kan libur tuh, abis libur masuk lagi….NAH…Insya Allah kan semester depan itu semester terakhir zka di FHUI…itu dia yang bikin deg-degan, tapi santai lah…anggep ajah masih lama.

kembali ke minggu yang melelahkan ini. Mudah2an zka ttp ada di mood yang baek dech supaya kegiatan minggu ini lancar. Tau sendiri, zka kan kadang2 orangnya moody abis..tp namanya kadang-kadang…bener2 cuman kadang2. Biasanya yang bikin ngga mood tuh kalau lagi cape fisik doank…

udah ach,

Mapres

Friday, March 24th, 2006

Tadi (24/03/06) akhirnya zka memutuskan untuk ikutan Mahasiswa Berprestasi (Mapres), dan CV-nya sudah diserahkan ke Mahalum.

Kalo ngeliat cv yang dibalikin ke bu Aminah, kyknya sedih banget…isinya kosong! khususnya borang-borang bagian seminar, heueuhe ketauan banget kalau zka emang ngga pernah ikutan seminar..bukannya males..ngga ada waktu :D

ngga banyak berharap sih, tp ya mudah-mudahan ajah bisa masuk 3 besar :) amin…

doain ajah yach

Manajemen Waktu

Tuesday, March 21st, 2006

Puyeng dech…

Bener-bener puyeng, minggu ini banyak banget kegiatan, banyak yang harus diurusin, banyak orang yang harus ditemuin, dan banyak hal yang harus di kerjain. Dari segitu banyak hal yang ada, banyak juga yang ngga bisa terlaksana. Kenapa? Hampir semua kegiatan2 tersebut zka lupa untuk ngelakuinnya. Parah!

sebenernya zka inget ama janji2 yang udah dibikin, yah..dasar emang kebanyakan bikin janji, akhirnya tak bisa ditepati :). Contohnya kemaren (21/03/06), zka janji ama beberapa orang untuk perbaikin komputer di Perpus dan akhirnya tak satupun orang yang laptopnya diperbaikin di perpus. Dah gitu contoh lainnya, zka kemaren tuh harus ketemu sama Bu Desiree untuk ngomongin urusan Hukum & Ham, ngga jadi lagi. Terus, harusnya kemaren tuh ketemu sama Pak Wardi di bagian Rumah Tangga untuk ngurusin pemasangan internet di ruang LK2, egh ngga jadi lagi.

Sebenernya ini masalah manajemen waktu atau emang zka yang males sih? Perasaan waktu untuk zka banyak dech..tapi kenapa banyak yang ngga selesai yach rencananya? Nah..berarti masalah sebenernya terletak pada "KEMALASAN".

Ok..ok, kalau gitu kita coba lihat hari ini. Hari ini zka ada beberapa kegiatan yang harus di lakukan!
yaitu:

1. Ketemuan sama anak-anak kelompok Pembuktian untuk bagi tugas.
2. Ke pak wardi ngasih surat dari LK2
3. Belajar MPPH

tuh…dikit kan kegiatannya? Laksanakan donk zka….!!!!!!

wish me luck, amin..

Bom, Lagi-lagi Bom..

Wednesday, March 1st, 2006

sedih dan marah,

baca berita ini dech, kenapa begitu banyak bom yang terjadi di Masjid? apakah perbedaan mazhab sudah menjadikan umat Islam ini begitu terpecahnya sampai-sampai tempat ibadah mazhab yang berbeda juga di bom? kyknya ngga dech! separah-parahnya iman seseorang muslim ngga bakalan dech ngebom masjid.

Jadi timbul pertanyaan kan, siapa sebenernya yang ngebom? Zka ngga akan memberikan jawabannya, tp coba kita jawab bersama…

Jawab pertanyaan ini "Siapakah / Negara manakah yang paling di untungkan dengan adanya perang saudara antara kaum syiah dengan kaum sunni?"

Coba inget lagi sejarah Indonesia waktu jaman penjajahan dahulu…inget ngga kasus perang saudara antara kaum Paderi dengan kaum Adat. Dikisahkan mereka sebelumnya begitu solid melawan Belanda. Belanda yang sudah semakin putus asa akhirnya mencari konsultan perang dari Jawa -lupa namanyah- yang intinya tuh konsultan ngasih tau cara paling gampang untuk menang perang melawan kaum paderi dan kaum adat, yaitu dengan cara mengadu domba.

Isu yang paling gampang dipakai untuk mengadu domba adalah isu "Agama".

Silahkan menganalogikan cerita sejarah Indonesia ini dengan peristiwa yang terjadi di Irak saat ini. Tentu sekarang kita sudah tau jawabannya kan? Ehm……Pelakunya adalah (pake theme song Conan)……

Freeport - Dilema Seorang Zka-

Wednesday, March 1st, 2006

Sedikit serius,

Zka agak ngerasa berada diposisi dilema setuju - tidak setuju ketika ngeliat perkembangan demo-demo belakangan ini, baik yang terjadi di Jakarta ataupun yang di Timika mengenai eksistensi PT. Freeport Indonesia (PT. FI).

 

Diantara demo-demo tersebut, bisa ditarik benang merah aspirasinya,  yaitu "Freeport Bermasalah". Meskipun senyatanya, diantara para demonstran timbul beberapa faksi-faksi, antaralain: ada yang menuntut PT. FI bener-bener hengkang dari Papua, ada yang hanya menuntut perbaikan perekonomian dengan cara me-revisi Kontrak Karya RI - PT. FI, terus ada juga kelompok yang hampir sama dengan penuntut revisi KK ini, adalah kelompok yang minta dinaikkan nilai kontribusi PT. FI yang selama ini sebesar 1% menjadi 10% (tidak dijelaskan berapa nilai nominalnya).

 

Pendapat yang berkembang di jajaran elite pun terbagi dua, antara lain pendapat Wapres Jusuf Kalla yang bilang PT. FI itu proyek strategis (mesti zka terus bertanya-tanya, strategis bagi Rakyat Indonesia, khususnya rakyat papua atau strategis bagi dia dan pemerintahan belaka?) sementara menurut Amien Rais "Tutup PT. Freeport" (pendapat ini agak ekstrim yach, agak terkesan terburu-buru, tapi salut untuk amien rais, beliau konsisten menyuarakan hal ini, tidak seperti Mantan Presiden RI yang ketika masalah ini berkobar, beliau langsung koar-koar tutup FI. Kemana ajah loe pas jadi presiden?)

Zka bertanya pada diri zka sendiri, dan ternyata jawaban zaka terbagi dua, pertama, zaka sebagai salah seorang yang lahir dan besarnya di "idupin" freeport. Kedua, zaka sebagai Rakyat Indonesia yang memiliki intelektual.

Ngga bisa di pungkirin, begitu besar kontribusi freeport bagi zaka pribadi. Zaka bisa mengenyam pendidikan yang baik, mengenyam keberagaman suku, etnis, agama di sana (Tembagapura). Begitu banyak kenangan indah yang zka dapet selama disana. Zaka juga melihat bagaimana Freeport membangun Tembagapura menjadi kota yang moderen!  bahkan mungkin paling moderen di Indonesia saat itu, maka ngga salah juga ada yang bilang Tembagapura itu Negara di dalam Negara.

 

 

Disinilah permasalahan timbul, ternyata Tembagapura menjadi kota "eksklusif" dan rasis! ini terbukti dari adanya pemagaran lingkungan sekitar tembagapura, sehingga warga asli papua tidak bisa masuk ke dalam Tembagapura kecuali ada event-event tertentu seperti 17 Agustusan atau kalau mereka lagi "ngamuk" seperti saat ini.

Sebagai rakyat Indonesia (yang biasa-biasa saja), Zka ngerasa kok ada ketidak adilan disana, FI mengeruk hasil bumi Indonesia sebesar-besarnya dan memberikan kontribusi sekecil-kecilnya. Ini gampang terlihat dari rendahnya angka pertumbuhan ekonomi wilayah sekitar Tembagapura khususnya dan wilayah papua lain umumnya. Seharusnya setelah sekian lama FI beroperasi di Papua, ada wujud nyata pembagunan yang terlihat, Papua jadi metropolitan kek, Papua jadi Kota besar kek, atau yang paling sederhana, rakyat Papua ngga ada yang kelaparan lagi  (lihat kasus Yahukimo).

Belum lagi kerusakan lingkungan yang disebabkan ekploitasi emas dan tembaga secara gila-gilaan, gunung-gunung yang indah kini telah hancur, sungai-sungai yang jernih kini tercemar limbah sisa "tailing" (baca: pencemaran atas tiga sungai besar di Timika.)

 

Kalau harus dipaksa menjawab, apakah zka setuju FI ditutup atau tidak, akan zka jawab "Tidak Setuju" dengan catatan: "tidak untuk saat ini". Alasanya, kalau FI ditutup secara spontan saat ini, mau dikemanakan ribuan karyawan yang ada disana? mau diapakan ratus ribuan bangunan disana? Apakah pemerintah sanggup memelihara perumahan dan fasilitas pertambangan "super moderen" untuk ukuran Indonesia di sana?

Sebaiknya dipikirkan mekanisme pembagian hasil yang lebih jelas, terus dilakukan juga evaluasi AMDAL secara menyeluruh dan independen. Jangan lupakan juga aspek masyarakat adat yang ada disana, mereka itu "pemilik" sesungguhnya dari ratusan ton emas dan tembaga yang tiap detiknya di kirim FI ke Amerika jadi mereka harus di turut sertakan dalam pembangunan dan pengembangan. Ya! nilai yang seharusnya benar-benar di fikirkan oleh freeport adalah nilai sosial budaya!

Kita juga jangan lupa dech, kontribusi besaf FI di Tembagapura. Mereka setidak-tidaknya bisa membangun kota yang modern dan lengkap di ujung timur Indonesia, sementara pemerintahan RI belum mampu. FI juga sudah berkontribusi memberikan pendidikan yang baik bagi banyak warga disana. Hal ini jangan kita lupakan.

Kesimpulannya, agak terburu-buru kita menuntut FI di tutup, kita juga terburu-buru memandang banyak aspek buruk dari freeport tanpa klarifikasi lebih lanjut. Sebagai, seorang anak yang lahir di Tanah Papua…zka tau banyak tentang "kondisi lapangan" yang sesungguhnya, FI ngga parah-parah banget kok :)

Maaf yach tulisan ini ngga memberi solusi lebih baik, zka hanya ingin mengungkap perasaan anak papua yang besar oleh freeport dan melihat ketidak adilanyang terjadi….hehe